GERAKAN BERKOPERASI

30 Nov

Keberadaan koperasi saat ini tidak lagi berpengaruh pada kegiatan ekonomi di Indonesia. Meskipun banyak koperasi-koperasi yang berdiri, baik yang telah berdiri sejak lama maupun yang baru seumur jagung. Kebanyakan dari mereka tidak benar-benar memanfaatkan fungsi dari koperasi itu sendiri. Mereka hanya sekedar meluruhkan kewajiban saja. Padahal banyak sekali manfaat yang didapat jika kita menjalankan koperasi dengan baik. Sehingga banyaknya koperasi yang berdiri tidak begitu mempengaruhi perkonomian indonesia.
Adapun keunggulan-keunggulan yang dapat menjadi daya tarik koperasi dibandingkan lembaga lain. Keunggulan khusus yang ditawarkan koperasi diwujudkan oleh individu-individu itu jika mereka menjadi anggota koperasi dan ini berarti pada saat mereka menjadi pemilik, dalam waktu yang sama mereka menjadi pengguna jasa. Seseorang pelaku (subject) ekonomi memasuki suatu hubungan dengan sebuah koperasi, maka ia dapat memperoleh manfaat sebagai kreditur, pemilik, pembeli, supplier, pelanggan atau karyawan.
Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa anggota koperasi akan memiliki fungsi ganda sebagai penjual sekaligus pembeli, maka para anggota koperasi dapat mengharapkan promosi khusus atas kepentingan mereka. Karena masing-masing anggota memiliki suara disetiap rapat anggota. Tetapi, tentu saja hal tersebut ditentukan secara kekeluargaan.
Permodalan koperasi berasal dari para anggota koperasi yang kemudian akan dibagikan sebagai sisa hasil usaha ( SHU ) yang sesuai dengan jumlah yang disetor. Jadi, besar-kecilnya keuntungan yang kita dapat tergantung dari kontribusi kita terhadap kegiatan koperasi tersebut.
Dan tentu saja rasa kekeluargaan dan gotong royong yang dikemas dalam wadah profesionalitas, merupakan keunggulan koperasi dibandingkan lembaga moneter lainnya, yang harus tetap dipertahankan. Karena saat ini hat tersebut sudah jarang terjamah lagi di lembaga-lembaga moneter lainnya.
Adapun kelemahan dari koperasi yang perlu diperbaiki adalah konflik kepentingan antara pemilik organisasi (yang seharusnya kepentingan pemiliklah yang mendominasi) dengan kepentingan mereka yang mengontrol atau mengelola organisasi, merupakan fakta umum yang terjadi di dunia usaha, sehingga harus ada pengawasan dan pemilikan.
Koperasi dapat menjadi organisasi yang benar-benar swadaya (mandiri), tetapi dapat pula diorganisir untuk mendapat bantuan dari luar. Dalam koperasi jenis kedua ini, para anggotanya tidak menyatukan sumberdayanya sendiri berupa milik anggotanya sendiri, tetapi koperasi didirikan untuk memperoleh bantuan dari pihak lain, seperti pemerintah atau donatur. sedangkan koperasi yang benar-benar swadaya, menyatukan sumberdayanya sendiri (swadaya) untuk memperoleh berbagai sumberdaya eksternal.
Namun tetap saja koperasi menjadi suatu lembaga usaha yang dapat memberikan dampak kepada perekonomian Indonesia. Tentu saja dengan pelaksanaan yang baik dan konsisten. Karena dari koperasi nanti, akan menumbuhkan jiwa entepreneurship yang akan meningkatkan kualitas SDM yang ada di Indonesia. Dan koperasi akan memberikan dampak yang baik dengan menimbulkan kesadaran akan hidup bergotongroyong dan peduli serta aktif dalam pembangunan perekonomian bangsa.
Oleh karena itu, sebaiknya gerakan berkoperasi dilakukan sedini mugkin sehingga kesadaran untuk berkecimpung di dunia usaha telah terbentuk sejak dini. Dan dengan demikian tingkat pengangguran pun akan menurun dan perekonomian pun akan mengalami peningkatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: