Hak Merek Dolce Gabbana Punya Siapa??

2 Mar

Jakarta – Christina Ruella Board selaku pemegang hak merek dari perusahaan Gado S.R.L Milano Italia, produsen merek D&G (Dolce Gabbana) menegaskan dirinya merupakan pihak yang berhak memproduksi merek tersebut di Indonesia.

Hal itu disampaikan menjawab gugatan yang dilayangkan oleh Sutedjo, yakni seseorang yang telah menirukan dan mendaftarkan merek D&G ke Depkumham pada 2005 lalu.

Sebelumnya, Sutedjo sendiri mengajukan gugatan ini sebagai langkah perlawanan hukum (verzet) atas putusan Pengadilan Niaga Jakarta yang telah mengalahkannya, karena tidak hadir (verstek) dalam beberapa kesempatan atas gugatan yang dilayangkan oleh Christina.

“Christina Ruella mempunyai kualitas untuk bertindak serta mewakili kepentingan perusahaan Gado S.R.L Milano,” papar Mansur Alwini, kuasa hukum Christina Ruella, di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (7/1).

Menurut Mansur, kapasitas Christina Ruella mewakili Gado S.R.L Milano sesuai akta pendirian perusahaan. Di mana Christina Ruella bertindak dan mewakili kepentingan perusahaan dihadapan otoritas pengadilan.

Dalam putusan tertanggal 15 Oktober lalu, majelis hakim yang dipimpin Hakim Sugeng Riyono menyatakan Sutedjo selaku tergugat tidak pernah hadir di persidangan. Karena itu, majelis hakim menjatuhkan putusan bahwa pemilik sah atas merek D&G adalah Christina Ruella Board, member of Gado S.R.L, wakil direksi perusahaan yang berkedudukan di Milan, Italia dan bukan Sutedjo sang pengusaha lokal yang bertempat tinggal di Kompleks Perumahan Puri Indah Jakarta Barat

Padahal, ketidakhadiran Sutedjo, dinilai karena dirinya sama sekali tidak pernah menerima surat panggilan sidang. Dasar inilah yang kemudian menjadi alasan Sutedjo mengajukan perlawanan untuk membatalkan putusan sebelumnya.

Kasus ini berawal saat Christina Ruella mengetahui bahwa merek D&G miliknya ditiru Sutedjo. Waktu itu, Pemerintah justru mengabulkan pendaftaran merek oleh Sutedjo ini. Padahal, jauh hari sebelumnya, tepatnya pada 1997, Christina telah mendaftarkan merek D&G ke Depkumham. Oleh permasalahan inilah Christina Ruella melayangkan gugatan pembatalan merek dan akhirnya dikabulkan pengadilan.

Menurut saya, permasalahan ini belum bisa dibilang selesai. Karena sidang tidak dihadiri oleh kedua belah pihak. Terlebih jika alasan ketidakhadirannya adalah karena Sutedjo tidak mendapat surat panggilan sidang. Untuk itu harus ada tindakan lebih lanjut yang mengurusi permasalahan ini. Setidaknya permasalahan ini bisa diselesaikan dengan adil.

http://www.primaironline.com/berita/hukum/christina-mengaku-pemilik-sah-merek-d-g

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: