Aku dan Pilihanku

20 May

Duk duk duuk…

“Put, ayo bangun nak! Nanti ketinggalan jemputan loh..”, teriak Ibuku membangunkaku.

Nah, itulah tanda bahwa waktu sudah menunjukkan jam 6 pagi. Artinya aku harus sudah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Umurku lima tahun saat itu. Aku bersekolah di TK Ananda yang masih bertempat di dalam kawasan kantor ayahku. Dulu aku memang sangat dekat dengan ayah, karena itu aku memilih sekolah itu.

“Aduuh..!”, rintihku.

“Hari ini putri nggak sekolah yaa ma, kepala putri sakit”, rengekku sambil meringkuk di atas tempat tidur.

Sebenarnya hari itu aku tidak benar-benar sakit. Hanya saja aku memang sedang tidak ingin pergi ke sekolah saat itu, rasanya agak bosan dengan kegiatan di sekolah hehee.. Itulah pertama kalinya aku masuk dunia akting dan aku berhasil melakukannya dengan baik. Entah darimana aku mendapatkan bakat itu. Akhirnya ibuku pun mengizinkan aku untuk istirahat di rumah.

Hari semakin siang, aku pun mulai bosan di dalam rumah tanpa melakukan apa-apa. Ibuku, sekarang ia sedang sibuk dengan masakannya di dapur. Akhirnya aku ajak adikku yang berumur dua tahun lebih muda dariku, Novi, main keluar. Kami kemudian bermain kejar-kejaran bersama tetangga kami, Afi, yang juga lebih muda dua tahun dariku.

Kami bermain dengan riang hingga tiba-tiba, entah bagaimana proses terjadinya, aku meluncur dari tangga dengan wajah mendarat ke jalanan terlebih dahulu. Aku langsung menjerit dan menangis sambil menahan sakit. Dan semua mata tertuju padaku. Darah yang keluar dari hudungku mulai memenuhi sebagian wajahku. Melihat itu, mama langsung membawaku ke dokter terdekat. Aku pun sukses dengan beberapa jaitan di hidung bagian dalam. Besoknya, aku benar-benar tidak masuk untuk beberapa hari. Dan masuk dengan hidung diperban dengan sedikit kesulitan untuk berbicara.

Pengalaman itulah yang saat ini masih terlintas di kepalaku. Namun, tidak dipungkiri pengalaman itu sangat berkesan sekali dengan meninggalkan bekas di wajahku. Semenjak saat itu aku mulai berhenti dari dunia akting dan berusaha melanjutkan dunia pendidikanku dengan baik. Sampai saat ini pun aku masih meyakini bahwa kebohonganku akan menimpa diriku sendiri, sehingga akan memerlukan pemikiran yang panjang bagiku untuk berbohong kepada siapapun.

Aku adalah Estu Putri Komalasari, Mahasiswa Akuntansi Gundarma angkatan 2009. Tidak perah terlintas olehku untuk masuk ke Fakultas Ekonomi apalagi Jurusan Akuntansi. Dengan basic Ilmu Pengetahuan Alam di SMA Negeri 1 Ciputat, harusnya bukan Fakultas Ekonomi tujuanku. Waktu kecil pun cita-citaku ingin menjadi pramugari yang bisa pergi ke luar negeri atau pilot yang mengendarai pesawatnya. Selain itu aku juga bercita-cita jadi guru TK yang akan terus muda karena berhadapan dengan anak kecil terus. Bahkan baru-baru ini aku ingin menjadi detektif karena terinspirasi dengan komik kesukaanku Detektif Conan.

Jauh dari khayalanku, saat ini cita-citaku akan berkaca dari apa yang aku lakukan dan aku dapatkan seperti menjadi editor misalnya. Di samping itu aku juga masih ingin menjadi seorang guru baik formal atau informal. Dan yang lainnya, aku ingin berwirausaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Yaa, paling tidak aku bisa mewujudkan salah satu dari beberapa cita-citaku diatas.

Aku adalah tiga bersaudara sebelum adik kecilku yang treakhir, Humaidah Febrianti, lahir tepat dua hari setelah tanggal lahirku, yaitu 18 Februari 2009. Aku menganggapnya sebagai kado terindah di usiaku yang saat itu berumur 18 tahun. Bagaikan malaikat yang diturunkan dari langit, kehadirannya merubah segalanya menjadi lebih baik. Dan yang pasti dengan adanya si kecil, rumahku menjadi jauh lebih rame dan ceria J

Adikku yang lain sudah ku sebutkan sebelumnya, Novi Tri Astuti, kini duduk di kelas 3 SMK. Saat ini ia telah mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional dan berencana meneruskan pendidikannya terlebih dahulu di Perguruan Tinggi. Semoga dia dapat melewatinya dengan baik. Aku pun akan membantunya dengan senang hati, karena pengalaman adalah guru paling baik.

Selain mempunyai dua adik, aku juga mempunyai seorang kakak laki-laki, Ahmad Syukron. Dengan perbedaan umur sekitar 2 tahun, ku harap ia bisa menjadi kakak yang dapat mengayomi adik-adiknya. Aku pun akan menjadi kakak yang bisa mengarahkan adik-adiknya ke arah yang baik. Pokoknya, saling mengingatkan dan jaga komunikasi sampai tua nanti.

Itulah kami yang terlahir dari kedua orang tua terbaik. Dengan I.B. Sudirman sebagai ayah dan Murniati sebagai ibu. Merekalah yang menyediakan waktu berharganya untuk kami. Selanjutnya kamilah yang akan memberikan waktu kami untuk mereka kapan pun mereka inginkan, walaupun itu tidak bisa dibandingkan dengan pengorbanan yang mereka berikan.

Inilah keluargaku tercinta, dengan berbagai macam karakter yang ada pada mereka akan menghidupkan suasana keluargaku. Merekalah yang selalu ada dan akan selalu ada dimana pun aku berada. Yang pasti tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi mereka dihatiku😛

Pengalaman baikku adalah bisa bersekolah di SD Dharma Karya UT. Selama enam tahun di SD, ternyata aku hanya dapat mengingat sedikit sekali pengalaman SDku. Bersama ketiga sahabatku yaitu, Ocha, Gita dan Manda, aku melewati masa-masa SD. Cukup berkesan, hingga saat ini kami masih sering berkumpul sekedar bernostalgia dan menjalin tali silaturahmi. Dan itu akan terus kami lakukan hingga tua nanti. Sangat menyenangkan bisa bertemu mereka…

Kemudian aku melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Pamulang. Terpisah dari ketiga temanku, aku mendapat beberapa teman. Sayangnya kami sempat lost contact sehingga sampai saat ini kami masih belum bisa berkumpul bersama, meskipun aku sempat bertemu beberapa teman SMPku. Aku berharap suatu saat nanti bisa berkumpul bersama mereka lagi.

Namun, banyak orang bilang bahwa pengalaman yang paling berkesan adalah saat-saat duduk di bangku SMA. Dan aku pun salah satu yang berpendapat demikian. Pengalaman-pengalaman saat aku SMA lebih menggiurkan dibanding sebelumnya. Aku bersekolah di SMAN 1 Ciputat yang beubah nama menjadi SMAN 1 Tangsel. Banyak yang aku lakukan saat aku masih di bangku SMA. Selain ambil andil dalam OSIS, aku juga mengikuti dua ekstrakrikuler lainnya yaitu, Pecinta Alam dan Futsal.

Dari OSIS, aku bisa ikut ambil bagian saat ada acara-acara yang diadakan sekolah. Kebersamaan yang ada di OSIS sangat terasa. Dengan ikut OSIS bisa lebih mengenal sekolah dan merasa lebih memiliki sekolah karena pasti kita akan dekat dengan pihak sekolah baik dari pihak siswa, guru maupun pihak lain di sekolah. Selain itu aku bisa lebih cepat mendapat informasi dibanding siswa lain. Yang pasti bisa exist di sekolah, hehee..

Dari Pecinta Alam, aku bisa merasakan pengalaman yang tidak semua orang dapatkan. Selain melatih kekuatan, disini juga tempat melatih mental dan kerjasama tim. Dapat menambah informasi, teman, pelajaran dan masih banyak lagi. Belajar bagaimana berorganisasi, karena itu tidak bisa didapat dalam pelajaran sekolah.

Dari Futsal, tentunya kita akan sehat karena berolahraga dengan rutin. Dapat merasakan pengalaman berkompetisi di bidang olahraga. Melatih bagaimana kerja tim yang baik saat bermain. Bagaimana mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Bagaimana bermain dengan fair play. Dan masih banyak lagi manfaat yang didapat disini tapi tidak di tempat lain.

Pengalaman seperti inilah yang membuat aku rindu dengan masa-masa SMAku. Banyak hal yang aku lakukan saat SMA. Banyak pengalaman yang aku dapat saat SMA. Dan banyak teman yang aku temui saat SMA. Terutama sahabatku Rani, Tika, Vera, Nisa dan Chitta yang menambah rute perjalananku saat SMA. Itulah yang membuat pengalaman SMA lebih berkesan.

Ya, paling tidak itulah yang ada di kepalaku saat pertama kali masuk kuliah di Universitas Gunadarma. Rasanya akan sulit beradaptasi, karena kali ini aku bertemu bukan hanya orang dari Pulau Jawa, tetapi juga dari Sumatera, Kalimantan bahkan Ambon. Pasti individualisme akan sangat terasa. Apalagi pengalaman teman-temanku yang sudah menjadi mahasiswa mengatakan bahwa mahasiswa lebih induvidual dibanding waktu SMA.

Namun, agaknya aku salah. Beberapa bulan setelah aku menduduki bangku kuliah, aku mendapati perubahan yang sangat luar biasa. Aku dididik untuk berpikir secara dewasa, tidak lagi seperti anak kecil. Melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda, sehingga masalah itu bukan dijadikan penghambat tetapi dijadikan batu loncatan untuk menjadi lebih baik. Selain itu, aku juga dibiasakan untuk menghadapi perubahan. Dengan begitu aku diharapkan peka terhadap perubahan yang akan terjadi nantinya sehingga aku dapat mengatasinya dengan baik.

Dan masih banyak peristiwa yang dapat kupelajari. Saat ini pun aku masih dalam proses menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan bantuan kakak-kakak senior dan dengan begitu banyak pengalaman yang mereka milik, tak hentinya mereka berbagi dan membimbingku. Merekalah yang menjadi pandangan hidupku saat ini. Karena sukses adalah tujuan hidupku. Dan aku akan terus belajar sampai ke negeri China J.

Itulah perjalanan hidupku hingga saat ini aku duduk di kelas di semester empat. Dan aku masih akan terus melanjutkan perjalananku dan membuat perjalanan hidupku tak terlupakan. Karena hidup hanya satu kali, maka aku tidak akan menyia-nyiakan hidupku ini. Akan ku manfaatkan dengan baik, sehingga hidupku bermanfaat baik untuk diriku, keluargaku maupun orang-orang di sekitarku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: