Aku dan RBK

6 Nov

RBK (Rumah Belajar Kita) merupakan program dari komunitas Good Life yang berada di bawah naungan YBKB (Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa). Ini adalah program yang ditujukan kepada anak yatim piatu dan marjinal yang memang sudah ditampung sebelumnya. Alasan kami memilih anak yatim dan marjinal adalah karena kurangnya perhatian yang mereka dapatkan.

Kami bekerja sama dengan pemilik yayasan tersebut untuk mengisi waktu anak-anak di sana setiap minggunya. Adapun yang kami lakukan adalah memberikan perhatian lebih kepada mereka, mengajarkan nilai-nilai sosial dan budi pekerti serta pelajaran kepada mereka. Hal itu mungkin dengan mudah kita dapatkan. Tapi berbeda dengan mereka yang hidup di bawah naungan yayasan. Hampir dari mereka tidak mendapat perhatian yang cukup.

RBK kini sudah ada 7 cabang. RBK Kuningan barat , RBK Pisangan, RBK Pasar Minggu, RBK Bulak Rantai, RBK GCM (Graha Citra Mandiri), RBK Tebet, dan RBK Paud yang bertempat di Pasar Minggu.

Saya sangat senang dapat bergabung dengan RBK. Bertemu dengan mereka dan berbagi dengan mereka merupakan kesempatan yang langka. Dengan mengikuti RBK saya merasakan betapa berharganya apa yang saya miliki saat ini. Hal itu juga mengingatkan kita untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki.

Di RBK ini, bukan hanya anak-anak itu yang belajar, kami pun ikut belajar di sana. Kami belajar bagaimana mengajari anak-anak kecil butuh kesabaran. Belajar untuk mengajarkan kembali kepada mereka tentang hal yang baik-baik. Meskipun hanya 2 jam, saya mencoba memberikan yang terbaik. Meskipun sulit untuk mendapatkan perhatian mereka, tapi lambat laun, mereka pasti menyadari keberadaan kami.

Sudah 4 RBK yang saya kunjungi yaitu RBK Pisangan, RBK Kuningan Barat, RBK GCM. Suasana di setiap RBK berbeda-beda. Ada yang menyambut kami dengan hangat, belajar dengan riang, dan tidak sedikit yang memilih diam. Meskipun demikian, kami tidak boleh lelah. Karena mereka membutuhkan kita.

Dengan adanya RBK saya dituntut untuk menjadi lebih baik, karena saya juga akan mengajarkan kepada mereka tentang kebaikan baik secara lisan maupun denga perbuatan. Karena kita juga harus mencontohkan kepada mereka hal-hal yang baik-baik. Saya juga dituntut untuk lebih dewasa menghadapi adik-adik disana. Itu juga melatih kesabaran saya ketika menghadapi anak-anak yang hiperaktif.

Pengalaman menjadi pengajar di RBK membuat banyak perubahan yang lebih baik pada saya. Semoga perubahan itu bukan hanya terjadi pada saya, tetapi juga pada anak-anak RBK lainnya. Semoga RBK bisa menambah cabang-cabangnya di setiap wilayah agar lebih banyak lagi yang terlibat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: